POTENSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI SUB DAS LEKOPANCING KAB . MAROS DENGAN APLIKASI ARCGIS
Isi Artikel Utama
muhammad Farouk
Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai peranan penting bagi kehidupan makhluk hidup, oleh karena itu dalam menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pengelolaan DAS. Faktor penting dalam pengelolaan suatu DAS adalah mencegah terjadinya erosi dan sedimentasi yang dapat mengakibatkan penurunan kuantitas dan mutu air. Peristiwa erosi yang mengakibatkan sedimentasi menjadi suatu masalah yang terjadi pada sub DAS Lekopancing yang berada di kecamatan Tompobulo, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi di sub DAS Lekopancing menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 dari tahun 2010-2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 yang menganalisis potensi erosi dan sedimentasi menggunakan persamaan Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) di sub DAS Lekopancing. Hasil penelitian menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 didapatkan besarnya potensi erosi dari tahun 2010-2021 yaitu berdasarkan faktor K sebesar 21.336,25 ton, faktor Ls sebesar 20.086,75 ton, faktor C sebesar 17.726,34 ton. Dari hasil potensi erosi didapatkan besarnya potensi sedimentasi menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 yaitu faktor K sebesar 4.930,04 ton, faktor Ls sebesar 4.831,49 ton, dan faktor C sebesar 4.211,66 ton.
Anwas, O. (1994). Bentuk Muka Bumi Geografi Kelas Satu. Pusat Perbukuan. Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta.
Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air (2 ed). IPB Press, Bogor.
Asdak. C, (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Darmawijaya, M. Isa, (1981). Klasifikasi Tanah. Bandung: Balai Penelitian Teh Dan Kina.
Kartasapoetra, G. (2010). Teknologi Konservasi Tanah Dan Air. Rineka Citra, Jakarta. 204 hal. Kironoto, B.A. (2003).
Hidraulika Transpor Sedimen. Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Manan, S. (1979). Pengaruh Hutan Dan Manajemen Daerah Aliran Sungai. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Mubarak, 2004. Model Transport Sedimen Kohesive untuk Kajian Penyebaran Koprostanol di Perairan Pantai Semarang. Institut Teknologi Bandung, 277 hal
Rahim, S.E. (2006). Pengendalian Erosi Tanah dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi Aksara. Jakarta.
Soemarwoto, O, (1978). Aspek Ekologi Dalam Pengelolaan Daerah Aloiran Sungai, Yayasan
Penerbit PUTL, Majalah Nomor : 3/XV/1978. Soetoto, (2013). Geologi Dasar, Yogyakarta : Ombak.
Suripin, (2002). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi, Yogyakarta.
Van Oost, K., Govers, G., & Desmet, P. (2000). Evaluating The Effects of Changes In Landscape
Structure on Soil Erosion by Water and Tillage. Landscape Ecology 15, 577 -589.



